Banyak media asing seperti Al-Jazeera, Yahoo, France24 ikut memberitakan rupiah yang menembus Rp18.000 per dolar AS, yang bangun sesungguhnya bukan hanya pasar. Ada hantu lama yang ikut terbangun yaitu ingatan kolektif bangsa terhadap 1998.
Kurs rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS hari ini, 4/6/2026. Tidak mengejutkan. Arah ke sana sudah diperkirakan banyak kalangan dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun pemerintah terus bersikeras menyangkal.
Jikalau ada yang mengira persiapan Pemilu 2029 belum dimulai karena belum terlihat baliho sebesar lapangan futsal atau spanduk yang melintang dari tiang listrik ke pohon mangga, mungkin ia sedang tertipu oleh ketenangan permukaan.
Kejagung membeberkan praktik haram yang dilakukan eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang membuat mereka dikerangkeng.
Dalam kisah pilu! Berbagai fenomena ketidakadilan yang menyisakan hukuman bagi publik, bukan sekadar drama peradilan, melainkan cermin buruk wajah penegakan hukum.
Indonesia sering juga dijuluki negeri Makan Bergizi Gratis alias MBG. Sebab, ada saja berita atau isu terkait MBG yang muncul di media.
Ketika Superholding negara di persimpangan antara efisiensi ekonomi dan legitimasi konstitusi. Narasi mengenai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau yang populer diwacanakan sebagai Danantara, terus digaungkan sebagai tonggak baru kebangkitan ekonomi Indonesia melalui unifikasi pengelolaan aset strategis negara.
Sebenarnya tak enak nulis yang jelek-jelek. Tapi, ini fakta dunia pendidikan kita hari ini. Ambruknya nilai TKA siswa kita dari SD sampai SMP. Banyak bertanya, lantas apakah program MBG berpengaruh atau tidak?
Sudah lelah! Informasi beredar tanpa henti, paparan berbagai berita buruk menciptakan kelelahan emosional. Sentuhan layar dan scrolling di media sosial, melihat berita korupsi, pelemahan nilai tukar Rupiah, yang menyesakkan dada. Kecemasan mental individu, tereksploitasi sistematis.
Saudaraku, dulu Indonesia berdiri di panggung dunia dengan penuh percaya diri sebagai pemimpin negara-negara Nonblok.
Tragis betul nasib orang Sumatera Barat alias Sumbar. Negeri bertuah, serambi Makkah. Hampir tidak ada lagi yang bisa dibanggakan. Padahal, banyak pendiri Republik dan ulama besar lahir di sini. Kok, bisa jadi begini?
Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai dugaan praktik under invoicing yang dilakukan oleh 10 perusahaan eksportir sawit terbesar layak mendapat perhatian serius. Pasalnya, dugaan tersebut bukan berasal dari spekulasi atau laporan pihak luar, melainkan berdasarkan hasil pengambilan sampel yang dilakukan pemerintah sendiri terhadap aktivitas ekspor minyak sawit mentah (CPO).
Nasib demokrasi kita kini bertumpu berat di atas pundak kedua lembaga ini. DPR memegang kendali anggaran dan wewenang pengawasan. Hanya DPR yang berani bertanya: "Kenapa puluhan triliun uang rakyat habis untuk tambah pasukan di saat rakyat susah makan? Kenapa militer kembali ke urusan sipil?". Di sisi lain, Lembaga Yudikatif adalah benteng terakhir konstitusi. Di tangan hakimlah perlindungan kita berada: memastikan kritik bukan kejahatan, memastikan hukum tidak dipakai untuk menindas, dan memastikan konstitusi tetap dijunjung meski kekuatan aparat makin besar.
Dua puluh delapan tahun setelah Reformasi 1998, publik kembali dihadapkan pada sebuah pertanyaan besar: apakah Indonesia benar-benar sedang bergerak maju sebagai negara demokrasi, atau justru perlahan kembali mundur ke pola kekuasaan lama yang pernah ditolak rakyat? Reformasi yang dahulu diperjuangkan dengan darah, air mata, dan pengorbanan besar sejatinya lahir untuk mengakhiri dominasi militer dalam ruang sipil, membatasi kekuasaan negara, serta menjamin kebebasan warga dalam menyampaikan kritik. Namun hari ini, berbagai tanda justru menunjukkan arah yang sebaliknya.
Film dokumenter investigatif "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" merekam kesedihan pada bentang alam dan manusia di Papua. Hasil kolaborasi banyak pihak itu, memperlihatkan keruntuhan kedaulatan masyarakat adat, dalam ambisi ketahanan pangan (food estate).
I00 Milyar bagi koruptor mungkin kecil, tapi bagi rakyat itu besar. KPK mestinya tidak peduli besaran nilai yang penting hasil korupsi. KPK mengejar semua yang dicurigai meski mereka berlindung di kegiatan agama.
Perhelatan Akbar Piala Dunia tinggal menghitung hari. Planet ini kembali bersiap menyaksikan drama 22 orang mengejar bola mulai 11 Jun 2026, sementara miliaran manusia mengejar tiket.
Istilah “kapitalisme negara” sebenarnya cukup tepat secara akademik. Ia menunjuk pada sistem ekonomi ketika negara tidak sekadar menjadi wasit, tetapi ikut menentukan arah, memiliki aset strategis, mengelola modal publik, membentuk pasar, dan memilih sektor-sektor prioritas.
Ekonomi melemah! Berdasarkan The Economist (5/2026) disebut arah kebijakan terlalu ekspansif secara fiskal, memperlemah institusi pengawas, dan mempercepat erosi demokrasi. Tentu perlu pemaknaan dalam membaca situasi tersebut.
Meski di Pilpres 2024, Anies R. Baswedan di posisi kedua dengan 26 persen atau 40 juta suara. Itu sudah sebagai vote safe pole position. Untuk menjalankan race start yang baik dan strategis di balapan Pilpres 2029.