M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Ayo KPK Usut Sapi Prabowo Rp100 Miliar

Jum'at, 29/05/2026 13:58 WIB
Gerindra Tegaskan Kurban Presiden Gunakan APBN Bukan Hal Baru. (Istimewa).

Gerindra Tegaskan Kurban Presiden Gunakan APBN Bukan Hal Baru. (Istimewa).

law-justice.co - I00 Milyar bagi koruptor mungkin kecil, tapi bagi rakyat itu besar. KPK mestinya tidak peduli besaran nilai yang penting hasil korupsi. KPK mengejar semua yang dicurigai meski mereka berlindung di kegiatan agama.

Yaqut yang membegal dana haji menjadi suri tauladan. Kini Prabowo ikut-ikutan otak-atik dana qurban. Periksa juga kasus 895 sapi tahun lalu. Jika setiap tahun APBN dibobol, lumayan bisa nambah bekal buat piknik ke luar negeri. Sekurangnya curi start Pilpres 2029.

Usut beli sapi ke siapa dengan harga berapa lalu dikim ke daerah atau komunitas mana saja, dan jangan lupa siapa kader yang menjadi jaringan pengedarnya. Politik dagang sapi kadang efektif untuk penguatan elit dan pelemahan rakyat.

Prabowo yang menang curang pada Pilpres 2024 potensial untuk mengulangi di tahun 2029 yakni satu tahun sebelum Indonesia benar-benar hancur oleh ulahnya. Ingat 2030.

Ironinya, di tanah air saat orang sedang ramai mempersoalkan qurban Prabowo 1098 sapi dana APBN, sang Presiden berkunjung ke Paris kembali. Iedul Adha di Perancis katanya, lumayan liburan sampai tanggal merah 1 Juni 2026.

Undangan Macron jadi alasan yang rakyat terpaksa harus maklum. Ied tahun lalu kan di Masjid Istiqlal didampingi Seskab Teddy, tahun ini boleh dong di Paris didampingi Teddy lagi. Eiffel..i’m in love 2.

KPK yang telah gagal dan tidak mampu mengungkap dan mengusut korupsi Jokowi “salaput hulu” atau berkasnya setinggi kepala, serta bau busuknya telah menyengat dunia, dituntut untuk tidak mengulangi kegagalan lagi.

Jangan menjadi badut sirkus yang aksinya tidak menggembirakan. Penonton hanya bisa tersenyum sinis dan memedam rasa jengkel.

Meski “hanya” 100 milyar tetapi itu adalah uang rakyat yang harus dijaga oleh BPK dan diusut KPK. Presiden tidak boleh menggunakan tanpa pertanggungjawaban.

Rekam jejak Prabowo tidak bagus pada program MBG, KMP, BOP, ART, MDCP, dan lainnya. Kini sapi pun membuntuti. Jika butuh laporan dari masyarakat maka KPK tinggal tantang dan lantang bersuara membuka pintu pengaduan.

Skandal sapi 100 milyar berkedok qurban harus diungkap dan dituntaskan. Menag menyatakan apa salahnya pakai APBN toh uang rakyat yang kembali ke rakyat. Payah, Menteri sesederhana itu berfikir.

Prabowo itu orang kaya bahkan sangat kaya, ia mampu berqurban yang tidak mungkin sekelas hanya satu ekor kambing.

Buktikan bahwa ia mencintai rakyat dengan puluhan atau ratusan ekor sapi dari harta sendiri. Wujud mensyukuri karunia Allah. Jangan pakai APBN sebab kalau demikian maka pelit atau maling namanya.

Mungkin benar umat Islam diuntungkan dengan 1000 sapi, tapi apa artinya keuntungan sedikit dengan menginjak-injak prinsip keadilan dan kebenaran. Umat Islam tidak boleh menikmati keculasan atau kecurangan.

Yang halal dan syar’i adalah jalan bagi keselamatan dan keberkahan. Pencuri harus dihukum. Tanpa qurban palsu Prabowo pun umat Islam tidak akan menjadi kelaparan dan sengsara.

Dalil agama saja berani disimpangkan, apalagi yang bukan. Wahai para ulama dan pejabat di negeri Indonesia, takutlah kepada Allah. Patuhilah syari’at-Nya agar semua selamat.

Jika tidak, ingatlah sesungguhnya adzab Allah itu pedih. Adzab Allah itu pedih.

 

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar