Jakarta, - Aktivis yang juga merupakan Direktur Institut Soekarno-Hatta, Muhammad Hatta Taliwang resmi meraih gelar doktor Ilmu Politik dari Universitas Nasional (Unas).
Hatta berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang senat terbuka Universitas Nasional yang berlangsung di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Disertasi yang dipertahankan Hatta berjudul “Peranan dan Batas Pengaruh Jenderal AH Nasution dalam Peralihan Kekuasaan dari Soekarno kepada Soeharto, 1963-1967.”
Dalam sidang doktoralnya, Hatta diuji oleh enam akademisi. Sidang dipimpin Prof Erna Chotim selaku ketua sidang.
Adapun Dr TB Massa Djafar, M.Si. bertindak sebagai promotor, sedangkan Dr Safrizal, SIP, M.Si. sebagai ko-promotor.
Sementara itu, penguji internal terdiri dari Prof Maswadi Rauf dan Prof Yuddy Chrisnandi. Adapun penguji eksternal adalah Prof Fadli Zon.
Disertasi Hatta secara khusus mengkaji peranan serta batas pengaruh Jenderal Abdul Haris Nasution dalam proses peralihan kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada Soeharto pada periode 1963-1967.
Tema tersebut menempatkan perjalanan politik Indonesia pada salah satu periode penting dalam sejarah ketatanegaraan dan perubahan kekuasaan nasional.
Kajian tersebut sekaligus memperlihatkan perhatian Hatta terhadap sejarah politik Indonesia dan dinamika kekuasaan yang membentuk perjalanan bangsa.
Bagi DNIKS, keberhasilan Hatta meraih gelar doktor tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menambah kekuatan sumber daya pemikiran di lingkungan organisasi yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial.
Dengan latar belakang sebagai mantan anggota DPR dan politisi PAN, serta kini aktif dalam struktur DNIKS, gelar doktor Ilmu Politik tersebut melengkapi perjalanan Hatta di bidang politik, kebangsaan dan sosial.
Gus Choi berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi Hatta untuk terus mengembangkan pemikiran yang menghubungkan dinamika politik dengan agenda kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya, pemikiran politik kesejahteraan sosial itu bukan hanya menjadi kajian akademik, tetapi bisa melahirkan terobosan pemikiran yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Gus Choi.
Keluarga besar Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menyambut gembira keberhasilan Sekretaris Badan Pengarah DNIKS, Muhammad Hatta Taliwang, meraih gelar doktor Ilmu Politik dari Universitas Nasional (Unas).
Ketua Umum DNIKS A Effendy Choirie mengaku bangga dan memberikan apresiasi atas keberhasilan Hatta menyelesaikan pendidikan doktoralnya. Menurut Gus Choi, sapaan akrab A Effendy Choirie, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar DNIKS, terlebih Hatta Taliwang saat ini dipercaya sebagai Sekretaris Badan Pengarah DNIKS.
Gus Choi berharap gelar doktor yang diraih Hatta tidak berhenti sebagai pencapaian akademik pribadi. Lebih dari itu, ia berharap Hatta dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan politik kesejahteraan sosial di Indonesia.
Ia berharap pemikiran Hatta nantinya dapat melahirkan gagasan-gagasan baru dan terobosan yang dapat memperkuat pembangunan kesejahteraan sosial serta memberikan manfaat bagi masyarakat. “Semoga dengan gelar doktor ini, Hatta Taliwang bisa memberikan kontribusi pemikiran tentang politik kesejahteraan sosial yang dapat menjadi terobosan bagi bangsa dan masyarakat,” ujar Gus Choi.
Menurutnya, latar belakang Hatta sebagai mantan politisi dan anggota DPR, ditambah pengalaman akademiknya di bidang Ilmu Politik, menjadi modal penting untuk memperkaya perspektif mengenai hubungan politik dengan pembangunan kesejahteraan sosial.
Hadir pula pengurus DNIKS lainnya, yakni Sekretaris Jenderal DNIKS Sudarto, Wakil Ketua Umum DNIKS Rudi Andries, Dian Novita Susanto, Ketua DNIKS Endang Sulastri, serta Ketua Dewan Pembina BKKKS DKI Jakarta Prof Dr Budiarjo.
Keberhasilan tersebut juga melengkapi perjalanan Hatta yang sebelumnya dikenal sebagai politisi dan mantan anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN). Hatta juga dikenal aktif dalam berbagai diskusi mengenai persoalan politik dan kebangsaan.