IHSG Menguat Berkat Dorongan Saham Grup Konglomerasi

[INTRO]

Analis pasar menilai masa terburuk IHSG kemungkinan sudah terlewati saat indeks sempat berada di kisaran level 6.000. Dalam jangka pendek, IHSG masih memiliki peluang untuk menguat, meski untuk naik lebih tinggi dalam jangka panjang masih membutuhkan banyak dukungan karena investor asing masih terus mencatat aksi jual (net sell) dalam jumlah besar.

Saat ini, kenaikan IHSG banyak ditopang oleh saham-saham milik grup konglomerasi yang berhasil menahan tekanan dari aksi jual investor asing. Ke depan, peluang IHSG untuk pulih lebih kuat akan semakin besar jika penguatan saham konglomerasi juga diikuti oleh kenaikan saham-saham unggulan (blue chip), yang selama ini menjadi incaran utama investor asing. Dengan begitu, aliran dana asing berpotensi kembali masuk ke pasar saham Indonesia.

 
 
Saham Grup Barito yang dikendalikan konglomerat Prajogo Pangestu rata-rata naik tajam, di mana tiga kena ARA, yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 24% ke level Rp630, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 25% menjadi Rp3.300, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) ARA 24% ke level Rp4.670.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang dikendalikan Grup Sinar Mas juga melejit 13% ke level Rp492, sedangkan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 6% menjadi Rp3.300.
 
Diberitakan menjelang akhir pekan ini, IHSG dan bursa regional Asia di dominasi menguat yang di dukung sentimen laporan Amerika Serikat (AS)dan Iran telah sepakat untuk gencatan senjata, meskipun Presiden AS Donald Trump belum secara resmi menyetujui kesepakatan tersebut.

Sementara dari dalam negeri, Pengamat  menjelaskan, di tengah menguatnya IHSG pada perdagangan sesi I yang di topang sentimen eskternal dan juga laju kenaikan emiten konglomerasi.

Kenaikan IHSG banyak ditopang oleh saham-saham milik grup konglomerasi yang berhasil menahan tekanan dari aksi jual investor asing.