Sari Yuliati (Wakil Ketua DPR RI)

Srikandi yang Jadi Pimpinan DPR dan Ajak Perempuan Aktif di Politik

[INTRO]

Sari Yuliati adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk periode 2019-2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024-2029. Saat ini, ia menduduki sejumlah posisi strategis, yaitu sebagai Bendahara Umum DPP Partai Golkar.
 
Sari Yuliati mewakili daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat II, yang meliputi Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, dan Kota Mataram. Meskipun berasal dari daerah pemilihan di Nusa Tenggara Barat, Sari Yuliati dilahirkan di Jakarta. 
 
Saat memasuki usia sekolah dasar pada tahun 1982, orang tuanya menyekolahkan ia di SDN 3 Pagi Duren Sawit. Setelah lulus pada tahun 1988, ia melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 27 Duren Sawit dan menyelesaikannya pada tahun 1991. Di tahun yang sama, ia diterima di sekolah unggulan, SMA Negeri 81 Labschool Rawamangun, Jakarta, dan lulus pada tahun 1994 dengan nilai yang memuaskan. 
 
Pada tahun 1995, Sari Yuliati melanjutkan pendidikan tinggi di Jurusan Teknik Sipil, Universitas Trisakti. Ia berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu pada akhir tahun 1999 dan diwisuda pada pertengahan tahun 2000. 
 
Meskipun memiliki jadwal kuliah yang padat, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan dikenal sebagai aktivis kampus yang vokal, terutama selama periode penting reformasi tahun 1998.
 
"Sejak zaman kuliah saya sudah aktif sebagai aktivis di kampus," kata Sari kepada Law-Justice.
 
Sari yang kini telah berhasil menduduki kursi Wakil Ketua DPR RI, juga punya prinsip terus menuntut ilmu membawa Sari kembali menempuh pendidikan Sarjana di Jurusan Ilmu Hukum Universitas Kristen Indonesia dari tahun 2020, dan lulus pada tahun 2025.
 
Selama menjadi Anggota DPR RI, Sari juga beberapa kali ditempatkan di Komisi III DPR RI yang membidangi hukum dan ia juga beberapa kali menyuarakan aspirasinya terkait hukum.
 
"Saya kembali kuliah untuk mempelajari jurusan hukum karena sesuai prinsip untuk terus menuntut ilmu," ujarnya.
 
Berhasil Menjadi Wakil Ketua DPR RI
 
Sebelumnya, pada Rapat Paripurna ke-13 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 menyetujui Sari Yuliati menjadi Wakil Ketua DPR RI menggantikan Adies Kadir. Adies Kadir akan menjadi calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
 
Terpilihnya Sari menjadi sejarah baru bagi Partai berlambang Pohon Beringin tersebut, dimana pada akhirnya ada Pimpinan DPR dari Fraksi Partai Golkar yaitu seorang perempuan.
 
Sari menyebut bila menjadi Wakil Ketua DPR merupakan amanah besar dari masyarakat dan partai, ia pun berkomitmen untuk menjalankan tugas yang diamanahkan sebagai Wakil Ketua DPR RI.
 
"Saya ucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberi masyarakat dan Partai yang telah memberi amanah ini dan saya siap bekerja sepenuh hati," ujarnya.
 
Bendahara Umum DPP Partai Golkar tersebut menyatakan bila amanah yang diberikan tersebut lebih dari sekedar jabatan tapi ini merupakan tanggung jawab besar untuk bekerja dengan integritas.
 
Kemudian, hal yang tidak kalah penting adalah untuk terus konsisten dan berkelanjutan memperjuangkan aspirasi masyarakat serta menjaga kehormatan lembaga.
 
"Ini merupakan amanah dan tanggung jawab besar, saya siap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya," katanya.
 
Sari menyatakan hal yang tidak kalah penting adalah ia selalu ingat ajaran dari orang tuanya terutama ayahnya, untuk harus membantu orang yang membutuhkan.
 
"Sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang memberi manfaat untuk orang lain," imbuhnya.
 
Ia menyatakan meski saat ini dunia politik masih didominasi oleh kaum laki-laki, namun ia bersyukur karena keterlibatan kaum perempuan di politik terus mengalami peningkatan.
 
Bahkan hari ini keterlibatan kaum perempuan di Parlemen sudah mencapai 30%, untuk itu Sari mengajak kepada para perempuan untuk berani terlibat aktif dalam dunia politik.
 
"Untuk kaum perempuan mari tetap semangat untuk terlibat aktif dalam dunia politik," ungkapnya.
 
Ajak Perempuan untuk Aktif di Politik
 
Belajar dari Kartini, Sari menyampaikan pandangan dan refleksinya atas peran strategis perempuan dalam memperkuat demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia.

 "Semangat Kartini hari ini bukan sekadar simbol perjuangan perempuan, tapi kompas moral bagi bangsa untuk menjadikan perempuan sebagai pilar utama dalam etika, hukum, dan kepemimpinan," ujarnya.
 
Sari juga menekankan pentingnya menghadirkan lebih banyak peran perempuan dalam posisi strategis, baik di parlemen, eksekutif, maupun lembaga penegak hukum.
 
"Perempuan memiliki perspektif empatik dan integritas yang kuat. Keterlibatan mereka dalam proses legislasi dan kebijakan publik akan memperkaya substansi hukum dan memperkuat keadilan sosial," tegasnya.
 
Sari juga mendorong partisipasi aktif perempuan muda, terutama kader-kader perempuan Partai Golkar, untuk tampil sebagai pemimpin masa depan. Ia menegaskan bahwa ruang politik adalah medan perjuangan yang harus diisi oleh keberanian dan konsistensi nilai, bukan sekadar simbol representasi.
 
"Partai Golkar telah memberi ruang luas bagi kader perempuan untuk berkontribusi. Sekarang waktunya kita buktikan bahwa kader perempuan mampu menjadi motor perubahan bangsa," imbuhnya.
 
Mengakhiri pernyataannya, Sari Yuliati mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus melangkah maju, tidak menyerah terhadap stereotip, dan terus mewarisi semangat Kartini dalam bentuk perjuangan nyata di berbagai lini.

"Perempuan memiliki perspektif, empatik dan integritas yang kuat," tutupnya.