Berdasarkan laporan warganet di media sosial X dan Instagram, pemadaman listrik di Depok melanda sejumlah daerah antara lain Beji, Cimanggis, dan Cipayung.
PT PLN (Persero) melalui media sosial X resmi mereka @pln_123 menjelaskan pemadaman ini disebabkan oleh kegiatan pemeliharaan dan penguatan jaringan distribusi yang sedang dilakukan.
"PLN saat ini sedang melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan penguatan jaringan distribusi," tulis unggahan @pln_123 pada Rabu pukul 16.53 WIB.
Perseroan menyatakan saat ini pemadaman listrik sudah dalam tindak lanjut petugas.
"Saat ini dalam tindak lanjut dan penanganan oleh petugas. Mohon kesediaannya kembali menunggu penanganan dari petugas," tulis PLN dalam unggahannya.
Rangkaian pemadaman listrik ini sudah menjadi perhatian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Bahlil memastikan pemerintah dah PLN tengah mempercepat pemulihan gangguan kelistrikan yang menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Bahlil mengakui dalam beberapa hari terakhir masih terjadi pemadaman listrik di sejumlah daerah. Namun, proses pemulihan terus dilakukan.
"Kemarin memang ada, belum maksimal, tapi ini kita lakukan percepatan untuk pemulihan," kata Bahlil dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6).
Lebih lanjut Bahlil menjelaskan gangguan yang terjadi lebih banyak disebabkan persoalan teknis pada sejumlah mesin pembangkit yang telah dilaporkan oleh perseroan. Pemerintah, kata dia, kini fokus mempercepat penanganan agar sistem kelistrikan kembali normal.
"Memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya," katanya.
Bahlil juga membantah anggapan pemadaman terjadi akibat pasokan batu bara untuk pembangkit listrik yang menipis. Menurut dia, pasokan energi primer untuk kebutuhan pembangkit PLN masih dalam kondisi aman.
"Saya sampai dengan hari ini, malam ini juga masih ada rapat dengan PLN di kantor untuk membahas masalah ini (pemadaman listrik). Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu enggak benar, karena penugasan kita sudah mencapai 170 juta ton," jelasnya.