Pertalite Diincar Tersebab Pertamax Naik, Pertamina Klaim Stok Aman

Jakarta, - PT Pertamina Patra Niaga memberikan jaminan bahwa ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite saat ini berada dalam posisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Otoritas penyalur menegaskan bahwa aktivitas distribusi ke seluruh jaringan SPBU tetap beroperasi secara normal sesuai dengan mandat penugasan yang ditetapkan pemerintah.

 

Kepastian mengenai keandalan stok Pertalite ini dirilis menyusul fenomena beralihnya pola konsumsi masyarakat ke bensin RON 90 tersebut, setelah harga Pertamax melonjak hingga Rp16.250 per liter sejak 10 Juni lalu. Selama beberapa hari terakhir pasca-penyesuaian harga Pertamax, volume antrean kendaraan di jalur pengisian Pertalite terpantau mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari biasa.

 

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, memaparkan bahwa korporasi terus memperkokoh sistem manajemen rantai pasok energi di tingkat nasional. Strategi ini ditopang penuh oleh kesiapan infrastruktur terminal BBM, lembaga penyalur, fasilitas penyimpanan, keandalan armada distribusi, serta efektivitas sistem pengawasan yang terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia. Langkah strategis ini ditempuh guna menjamin kebutuhan energi bagi seluruh lapisan masyarakat dapat terpenuhi secara berkesinambungan.

 

"Selain memastikan stok Pertalite dalam kondisi tersedia dan distribusi ke seluruh SPBU berjalan normal. Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," ujar Roberth dalam keterangan resminya yang diterima pada Sabtu (13/6/2026).

 

Roberth menambahkan bahwa dengan mengandalkan jaringan infrastruktur energi yang membentang luas dari Sabang hingga Merauke, Pertamina memiliki kapabilitas untuk menjaga stabilitas pasokan serta mengeksekusi respons cepat jika diperlukan penambahan volume di wilayah tertentu.

 

"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan khususnya dengan jaringan unit operasi kami di 8 Cabang Kantor Wilayah (Regional 1-8) dalam rangka melakukan langkah-langkah antisipatif untuk memastikan layanan energi kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Jika terdapat peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, kami telah menyiapkan skema penguatan distribusi agar pasokan tetap terjaga," ungkapnya lebih lanjut.

 

Di samping menjaga stabilitas pasokan di lapangan, Pertamina Patra Niaga juga konsisten mengawal penyaluran BBM bersubsidi agar tetap presisi dan tepat sasaran sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku. Publik pun diimbau untuk mengonsumsi BBM sesuai klasifikasi peruntukannya, di mana manfaat subsidi seharusnya dirasakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah, alih-alih kelompok ekonomi menengah ke atas.

 

"Kami mengimbau masyarakat untuk Bijak menggunakan Energi dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan sesuai dengan peruntukannya serta sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan. Pertamina Patra Niaga akan terus menjalankan tugas penyaluran energi dengan optimal serta memastikan ketersediaan Pertalite bagi masyarakat tetap terjaga," pungkas Roberth.

 

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai adanya migrasi konsumen ke Pertalite sejauh ini belum menjadi kekhawatiran fiskal yang serius. Hingga saat ini, pemerintah dilaporkan belum melakukan penghitungan resmi mengenai potensi pembengkakan beban subsidi BBM akibat pergeseran konsumsi tersebut.

 

"Kita tidak hitung (beban anggaran tambahan subsidi). Tapi pasti ada beberapa persen yang pindah (menggunakan Pertalite). Tapi kan tidak semuanya pindah. Karena kan yang beli Pertamax karena mobilnya cocok Pertamax," tegas Purbaya saat memberikan keterangan di Kompleks DPR RI, Kamis (11/6/2026).